Tradisi Sya’banan di Kota Pekalongan: Praktik, Landasan Teologis, dan Fungsi Sosial
DOI:
https://doi.org/10.46799/arl.v10i1.3109Keywords:
tradisi Sya’banan, islam nusantara, Pekalongan, living Islam, 'urfAbstract
Artikel ini mengkaji tradisi Syabanan yang dipraktikkan masyarakat Muslim Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sebagai bentuk Islam yang hidup (living Islam) yang memadukan ajaran agama normatif dengan ekspresi budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis tiga aspek tradisi Syabanan secara terpadu, yakni praktik ritualnya, landasan teologisnya dari sisi hadis dan kaidah fiqh, serta fungsi sosialnya bagi masyarakat Muslim Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari literatur klasik dan kontemporer, meliputi kitab-kitab hadis, referensi fiqh, serta penelitian terdahulu tentang tradisi keislaman lokal di Pekalongan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi Syabanan yang mencakup ziarah kubur (nyekar), kenduri/selametan, pembacaan Yasin dan tahlil secara berjamaah, serta pembagian makanan (megengan) berakar pada hadis-hadis Nabi tentang keutamaan bulan Sya'ban, termasuk hadis tentang puasa Rasulullah dan malam Nisfu Sya'ban. Dari perspektif kaidah fiqh, tradisi ini tergolong bid'ah hasanah dan memperoleh legitimasi melalui prinsip 'urf (adat kebiasaan) dalam ushul fiqh. Secara sosial, Syabanan memperkuat ikatan kebersamaan masyarakat, menjaga otoritas tokoh agama lokal (kiai dan modin), dan memfasilitasi transmisi nilai keagamaan antargenerasi. Tradisi Syabanan di Pekalongan dengan demikian merupakan cerminan konkret Islam Nusantara, di mana ajaran Islam dan budaya lokal berjalan beriringan. Sebagai implikasi, temuan ini menegaskan perlunya penguatan peran keluarga, lembaga pendidikan, dan tokoh agama dalam mentransmisikan makna spiritual dan sosial tradisi Syabanan kepada generasi muda, sekaligus membuka ruang bagi penelitian lapangan lanjutan mengenai dinamika Islam lokal di Pekalongan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zaskiyah Sofarina, Abdul Ghofar Saifudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





