Sindrom Babel di Era Digital: Analisis Krisis Partisipasi Orang Muda Katolik dalam Terang Magnifica Humanitas dan Gaudium et Spes

Authors

  • Losianus Harjon Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46799/arl.v10i3.3098

Keywords:

orang muda katolik, pastoral, digitalisasi, gaudium et spes, gereja

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam kehidupan menggereja di tengah perkembangan budaya digital. Kemajuan teknologi dan media sosial telah mengubah pola relasi, spiritualitas, dan partisipasi kaum muda sehingga keterlibatan mereka dalam pelayanan pastoral mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan melemahnya partisipasi OMK serta menelaah bentuk pendampingan pastoral yang relevan dalam terang dokumen Gaudium et Spes dan ensiklik Magnifica Humanitas Paus Leo XIV. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan refleksi teologis. Data diperoleh melalui kajian dokumen Gereja, jurnal ilmiah, serta analisis pastoral terhadap realitas kehidupan kaum muda di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individualisme digital, krisis identitas, lemahnya ruang partisipasi, dan minimnya pendampingan rohani menjadi faktor utama menurunnya keterlibatan OMK. Karena itu, Gereja perlu menghadirkan pastoral yang dialogis, partisipatif, dan kontekstual melalui penguatan komunitas, literasi digital, pendampingan psikologis, serta pemberian ruang pelayanan nyata bagi kaum muda. Secara analitis, temuan menegaskan bahwa pelemahan partisipasi bukan semata persoalan teknologi, melainkan persoalan antropologis dan relasional yang menuntut pembaruan cara Gereja hadir. Penelitian ini disimpulkan memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan teologi pastoral kaum muda di era digital dan implikasi praktis bagi penyusunan program pastoral paroki.

Downloads

Published

2026-03-25