Action Research Literate
https://arl.ridwaninstitute.co.id/index.php/arl
<p>Action Research Literate (ARL) is a scientific journal in the form of research and can be accessed openly. This journal is published monthly by Ridwan Institute.</p> <p>Action Research Literate (ARL) provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. This journal publishes research articles covering multidisciplinary sciences, including: Humanities and social sciences, contemporary political science, educational sciences, religious sciences and philosophy, economics, engineering sciences, health sciences, medical sciences, design arts sciences and media.</p> <p>The journal has become a member of Crossref (Prefix: 10.46799) with Online ISSN 2808-6988 and Print ISSN 2613-9898.</p> <p><strong>Publication Frequency: </strong>Monthly (12 Issues/Year)</p> <p><strong>Language: </strong>English, Indonesian</p> <p><strong>Level of Publication:</strong> International/National</p>Ridwan Instituteen-USAction Research Literate2613-9898Strategi Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Kebijakan Pemerintah Daerah di Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara
https://arl.ridwaninstitute.co.id/index.php/arl/article/view/3128
<p>Kerentanan banjir di Kota Binjai, Sumatera Utara, berkaitan dengan tekanan lingkungan, keterbatasan drainase, dan kendala pelaksanaan kebijakan mitigasi daerah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kerentanan banjir, mengkaji implementasi kebijakan pemerintah daerah, serta merumuskan strategi mitigasi yang sesuai dengan kondisi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif, meliputi aparat pemerintah, pemangku kepentingan terkait, serta 30 warga terdampak banjir. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis SWOT, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi dan konfirmasi kepada informan. Hasil menunjukkan bahwa kondisi geografis, curah hujan tinggi, perubahan penggunaan lahan, urbanisasi, drainase tidak memadai, dan rendahnya kesadaran lingkungan berkontribusi terhadap kerentanan banjir. Pemerintah telah melaksanakan pembangunan drainase, normalisasi sungai, sosialisasi kebencanaan, dan koordinasi antarinstansi. Namun, keterbatasan anggaran, lemahnya koordinasi kelembagaan, kekurangan infrastruktur, dan rendahnya partisipasi masyarakat menghambat pelaksanaannya. Analisis SWOT menempatkan strategi pada Kuadran I dengan koordinat (0,89; 0,80), yang mengarah pada strategi pertumbuhan agresif. Temuan menunjukkan peluang pemanfaatan kekuatan kelembagaan melalui dukungan pemerintah pusat, teknologi, dan kolaborasi masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa mitigasi banjir memerlukan perpaduan tindakan struktural dan nonstruktural, terutama rehabilitasi drainase, penguatan sistem peringatan dini, koordinasi kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta integrasi pengurangan risiko bencana dalam tata ruang dan perencanaan pembangunan daerah berkelanjutan.</p>Rudi IskandarRuth Riah Ate TariganAbdi Sugiarto
Copyright (c) 2026 Rudi Iskandar, Ruth Riah Ate Tarigan, Abdi Sugiarto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-272026-10-27101028730310.46799/arl.v10i10.3128Analisis Kajian Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik di Lahan Ex HGU PTPN II Kelurahan Tunggurono Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara
https://arl.ridwaninstitute.co.id/index.php/arl/article/view/3129
<p>Urbanisasi dan konversi lahan meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Binjai. Lahan eks Hak Guna Usaha PTPN II di Kelurahan Tunggurono menawarkan peluang pemanfaatan ruang untuk menjawab kebutuhan ekologis dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting, mengkaji potensi dan kendala, serta merumuskan strategi pengembangan kawasan sebagai ruang terbuka hijau publik berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pemilihan 35 informan secara purposif, terdiri atas 25 warga, lima aparatur pemerintah, serta lima tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan bahwa kawasan memiliki tutupan vegetasi 68,4%, lahan terbuka 18,7%, dan area terbangun 12,9%, dengan kemiringan kurang dari 5%. Kondisi tersebut mendukung potensi pengembangan ruang hijau, meskipun tekanan urbanisasi mengancam bagian tepi kawasan. Wawancara menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas rekreasi, olahraga, dan interaksi sosial. Pembahasan mengarahkan pengembangan pada integrasi zona ekologis, sosial, dan budaya melalui tata kelola kolaboratif dan partisipasi masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa kawasan berpotensi mendukung penyediaan ruang hijau Kota Binjai, dengan prioritas pada pengendalian konversi lahan, perencanaan terpadu, dan pengelolaan partisipatif untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekologis serta manfaat sosial.</p>Said Iqbal ZainiAbdi SugiartoRuth Riah Ate Tarigan
Copyright (c) 2026 Said Iqbal Zaini, Abdi Sugiarto, Ruth Riah Ate Tarigan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-272026-10-27101030431610.46799/arl.v10i10.3129Analisis Kondisi Minyak Isolasi Transformator Berdasarkan Hasil Pengujian Karakteristik Minyak pada IBT Gitet Arun UPT Banda Aceh
https://arl.ridwaninstitute.co.id/index.php/arl/article/view/3130
<p>Minyak isolasi berperan penting dalam mempertahankan kemampuan dielektrik dan pendinginan transformator, sehingga perubahan karakteristiknya perlu dipantau untuk mendukung keandalan penyaluran listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi minyak isolasi pada IBT 2R, IBT 2S, dan IBT 2T di GITET Arun UPT Banda Aceh serta membandingkan kondisinya pada dua periode pengujian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui dokumentasi enam sampel minyak dari periode November 2024 dan Agustus 2025. Sepuluh parameter dianalisis, meliputi tegangan tembus, kadar air, angka asam, tegangan antarmuka, warna, sedimen, resistivitas DC, viskositas, titik nyala, dan faktor rugi dielektrik. Setiap parameter diklasifikasikan berdasarkan kriteria penilaian, diberikan skor, kemudian diintegrasikan menggunakan Indeks Kesesuaian Karakteristik Minyak (IKKM). Hasil menunjukkan bahwa seluruh unit memperoleh IKKM sebesar 100% pada November 2024. Pada Agustus 2025, nilai IBT 2S dan IBT 2T tetap 100%, sedangkan IBT 2R menurun menjadi 96,67% akibat sedimen sebesar 0,02% yang dikategorikan sedang. Tegangan tembus menurun masing-masing sebesar 5,15%, 5,21%, dan 2,95%, tetapi tetap berkategori baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa indeks agregat perlu diinterpretasikan bersama perubahan parameter individual untuk menentukan prioritas pemantauan. Disimpulkan bahwa minyak seluruh unit masih berkategori baik berdasarkan kriteria penelitian, dengan perhatian khusus terhadap perkembangan sedimen pada IBT 2R. Pemantauan berkala diperlukan untuk mendeteksi perubahan lanjutan dan mendukung keputusan pemeliharaan berbasis kondisi.</p>Kamaruzzaman KamaruzzamanPristisal Wibowo Hamdani Hamdani
Copyright (c) 2026 Kamaruzzaman Kamaruzzaman, Pristisal Wibowo , Hamdani Hamdani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-272026-10-27101031733110.46799/arl.v10i10.3130Dekonstruksi Teori Stewardship di Era Continuous Auditing: Evaluasi Kritis Penerapan Kecerdasan Buatan terhadap Diskresi Birokrasi, pada Pengelolaan Dana Otsus Papua
https://arl.ridwaninstitute.co.id/index.php/arl/article/view/3131
<p>Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam audit berkelanjutan menawarkan peluang penguatan akuntabilitas keuangan publik, tetapi menimbulkan pertanyaan mengenai kepercayaan organisasi, pertimbangan profesional, dan diskresi birokrasi. Persoalan tersebut relevan bagi pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua yang membutuhkan pengawasan sesuai keragaman kebutuhan pembangunan dan kondisi pelaksanaan program. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi teori <em>stewardship</em> dalam pengawasan algoritmik serta merumuskan kerangka yang menyeimbangkan akuntabilitas dengan diskresi bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual melalui telaah literatur kritis terhadap teori <em>stewardship</em>, teori keagenan, otomatisasi audit, kecerdasan buatan, dan tata kelola publik, disertai penelaahan dokumen kebijakan terkait. Hasil sintesis konseptual menunjukkan bahwa pengawasan digital dapat mendukung akuntabilitas melalui identifikasi risiko lebih dini dan peningkatan keterlacakan transaksi. Namun, perlakuan terhadap peringatan algoritmik sebagai penilaian final berpotensi mendorong kepatuhan defensif, penghindaran risiko, serta keengganan menggunakan diskresi profesional. Hubungan tersebut merupakan proposisi teoretis, bukan dampak empiris yang telah dibuktikan di Papua. Pembahasan menghasilkan usulan <em>Human-Centered Digital Stewardship Model</em> yang mengintegrasikan pengawasan proporsional, keterjelasan peringatan, penelaahan manusia, dokumentasi alasan keputusan, dan mekanisme koreksi. Penelitian menyimpulkan bahwa teori <em>stewardship</em> tetap relevan apabila kepercayaan didukung pengamanan teknologi yang akuntabel. Kecerdasan buatan perlu mendukung pertimbangan profesional, sedangkan penerapan model membutuhkan pengujian empiris untuk menilai konsekuensinya terhadap perilaku birokrasi, responsivitas pelayanan, dan hasil pembangunan bagi masyarakat di wilayah Papua.</p>Isriel Masa Jaya Karubaba
Copyright (c) 2026 Isriel Masa Jaya Karubaba
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-272026-10-27101033234510.46799/arl.v10i10.3131