Analisis Service Quality Terhadap Pelayanan Kefarmasian

Main Article Content

Abraham Christian Mac Arthur Lameng
Akademi Farmasi St. Fransiskus Xaverius Maumere

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Salah satu pelayanan yang ada di Puskesmas adalah Pelayanan kefarmasian. Suatu pelayanan kefarmasian yang diberikan dapat mempengaruhi tingkat kualitas pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas Hewokloang khususnya pada saat penyerahan obat dan pemberian informasi obat berdasarkan Dimensi Service Quality (Kehandalan, Ketanggapan, Jaminan, Empati dan Bukti fisik). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Hewokloang Kabupaten Sikka. Populasi pada penelitian ini sebanyak 500 responden (pasien) dan sampel sebanyak 83 responden (pasien). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kualitas pelayanan kefarmasian khususnya pada saat penyerahan obat dan pemberian informasi obat di Puskesmas Hewokloang dari masing-masing dimensi Service Quality yaitu, dimensi Reability (Kehandalan) sebesar 78,85% dengan kategori baik, dimensi Responsiveness (Ketanggapan) sebesar 68,37% dengan kategori baik, dimensi Assurance (Jaminan) sebesar 76,92% dengan kategori baik, dimensi Emphaty (Empati) sebesar 72,71 dengan kategori  baik, dan dimensi Tangible (Bukti fisik) sebesar 77,71 dengan kategori baik. Analisa data uji One Sample T-Test (uji pihak kanan yaitu t hitung 17.026 > t tabel 1,66365 atau Ha diterima artinya tingkat kualitas pelayanan kefarmasian tehadap pasien berdasarkan dimensi service quality di Puskesmas Hewokloang > 60%. Hasil penelitian tingkat pelayanan kefarmasian terhadap pasien di Puskesmas Hewokloang berdasarkan Dimensi Service Quality adalah baik dengan nilai persentase sebesar 73,91%.


Keywords: Puskesmas, Pelayanan Kefarmasian, Dimensi Service Quality