Dekonstruksi Teori Stewardship di Era Continuous Auditing: Evaluasi Kritis Penerapan Kecerdasan Buatan terhadap Diskresi Birokrasi, pada Pengelolaan Dana Otsus Papua
DOI:
https://doi.org/10.46799/arl.v10i10.3131Keywords:
Stewardship Theory, Continuous Auditing, Kecerdasan Buatan, Diskresi Birokrasi, Dana Otonomi Khusus PapuaAbstract
Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam audit berkelanjutan menawarkan peluang penguatan akuntabilitas keuangan publik, tetapi menimbulkan pertanyaan mengenai kepercayaan organisasi, pertimbangan profesional, dan diskresi birokrasi. Persoalan tersebut relevan bagi pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua yang membutuhkan pengawasan sesuai keragaman kebutuhan pembangunan dan kondisi pelaksanaan program. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi teori stewardship dalam pengawasan algoritmik serta merumuskan kerangka yang menyeimbangkan akuntabilitas dengan diskresi bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual melalui telaah literatur kritis terhadap teori stewardship, teori keagenan, otomatisasi audit, kecerdasan buatan, dan tata kelola publik, disertai penelaahan dokumen kebijakan terkait. Hasil sintesis konseptual menunjukkan bahwa pengawasan digital dapat mendukung akuntabilitas melalui identifikasi risiko lebih dini dan peningkatan keterlacakan transaksi. Namun, perlakuan terhadap peringatan algoritmik sebagai penilaian final berpotensi mendorong kepatuhan defensif, penghindaran risiko, serta keengganan menggunakan diskresi profesional. Hubungan tersebut merupakan proposisi teoretis, bukan dampak empiris yang telah dibuktikan di Papua. Pembahasan menghasilkan usulan Human-Centered Digital Stewardship Model yang mengintegrasikan pengawasan proporsional, keterjelasan peringatan, penelaahan manusia, dokumentasi alasan keputusan, dan mekanisme koreksi. Penelitian menyimpulkan bahwa teori stewardship tetap relevan apabila kepercayaan didukung pengamanan teknologi yang akuntabel. Kecerdasan buatan perlu mendukung pertimbangan profesional, sedangkan penerapan model membutuhkan pengujian empiris untuk menilai konsekuensinya terhadap perilaku birokrasi, responsivitas pelayanan, dan hasil pembangunan bagi masyarakat di wilayah Papua.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Isriel Masa Jaya Karubaba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





