Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Nilai-Nilai Moral melalui Kegiatan Keagamaan Berbasis Pengalaman (Experiential Learning) dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Authors

  • Nur Muhammad Zainul.M Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
  • Ahmad Ma’ruf Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46799/arl.v10i3.3101

Keywords:

Experiential Learning, Akhlak, Pendidikan Islam (PAI), Kegiatan Keagamaan

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah umum masih cenderung disampaikan secara teoritis, sehingga menimbulkan kesenjangan antara pemahaman konseptual siswa tentang nilai moral dan penerapannya dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan menganalisis peningkatan pemahaman nilai moral siswa melalui experiential learning pada pembelajaran PAI di SMAN 1 Purwosari. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan guru PAI, dan dokumentasi berupa catatan lapangan, daftar kehadiran, dan kartu kendali harian. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi teknik dan sumber untuk menjaga validitas temuan. Model pembelajaran diintegrasikan ke dalam kegiatan harian sekolah, yaitu: (1) tadarus Al-Qur’an sebelum pembelajaran, (2) khataman setiap hari Jumat, dan (3) tugas hafalan bagi siswa tahfidz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan masih didorong oleh faktor eksternal berupa pengawasan guru, sedangkan pada Siklus II mulai tumbuh kesadaran moral internal yang ditandai dengan peningkatan kedisiplinan, kesopanan, dan tanggung jawab siswa secara signifikan dibandingkan kondisi awal. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembiasaan ibadah yang terstruktur dan didukung ekosistem sekolah yang konsisten efektif menjembatani kesenjangan antara pengetahuan moral dan perilaku siswa. Implikasi praktisnya, guru PAI dan pihak sekolah perlu merancang kegiatan keagamaan harian secara terjadwal dan reflektif sebagai bagian integral dari pembentukan karakter, bukan sekadar rutinitas administratif.

Downloads

Published

2026-07-07