Optimasi Distribusi Beras Dalam Pemenuhan Persediaan Pangan Di Provinsi Papua

Main Article Content

Mustakim Mustakim
Universitas Indonesia

Provinsi Papua memiliki 8 (delapan) kabupaten dan 1 (satu) kota dengan jumlah penduduk sekitar 1.019.247 jiwa, sekitar 106 distrik, 53 kelurahan dan 1.028 kampung. Konsumsi beras lebih rendah dari wilayah lain dalam pertahun yaitu 78.890.131 kg atau per kapita per bulan 5,12 kg atau per tahun 61,45 kg terbukti dengan produksi beras tahun 2021 sebanyak 15.235.031 kg sehingga terjadi defisit terhadap produk lokal dan harus ditunjang dengan supply dari luar kota oleh importir. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis optimasi rute distribusi sehingga mendapatkan biaya yang minimum dengan menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming dengan memberikan batasan constrain capacity dan flow conservation capacity. Verifikasi dan validasi model serta pembuatan skenario dari model awal diharapkan memberikan permodelan dalam penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian mendapatkan biaya optimum sebesar 9.779.678.000,00 atau 56% dari total biaya pengiriman dilapangan sebesar Rp.17.464.018.000,00 dengan total distribusi beras dari petani 2.285,21 ton, importir 4.297,92 ton dengan jumlah demand di pengecer sebanyak 6.583,12 Ton dengan jumlah rute distribusi 2 stage sebanyak 56 link, 3 stage sebanyak 35 link dan 4 stage sebanyak 13 link dengan biaya cost link interval Rp. 66,00 pada node PC99 sampai dengan 25.982,00 pada node PC11. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil optimasi biaya distribusi sesuai regulasi dan yang dioptimalkan


Keywords: rute distribusi, milp, biaya optimum, kebijakan pelaku usaha