Lila Dan Anemia Defisiensi Besi Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian BBLR

Main Article Content

Amari Nurliwayka Qodri
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Lampung
Ratna Dewi Puspita Sari
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Lampung
Winda Trijayanthi Utama
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Lampung
Oktafany Oktafany
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Lampung

Berat badan bayi lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di seluruh dunia, dengan konsekuensi jangka panjang yang serius bagi kesejahteraan bayi dan ibu. Anemia defisiensi besi (ADB) pada ibu hamil telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kejadian BBLR. Di sisi lain, Lingkar Lengan Atas (LILA) telah diusulkan sebagai indikator yang cepat dan mudah untuk menilai status gizi ibu hamil. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara LILA dan ADB pada ibu hamil dengan kejadian BBLR, serta mengidentifikasi implikasi klinisnya. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan basis data ilmiah yang relevan seperti PubMed, Google Scholar, dan lainnya. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan dipilih untuk disertasi. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara LILA dan ADB pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Ibu hamil dengan LILA yang rendah cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami ADB, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kemungkinan BBLR. Temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan LILA dan deteksi dini ADB pada ibu hamil sebagai strategi pencegahan yang potensial terhadap kejadian BBLR. Intervensi yang tepat waktu untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, termasuk suplementasi besi dan intervensi gizi, dapat mengurangi risiko BBLR dan meningkatkan hasil kesehatan ibu dan bayi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan mengembangkan pedoman klinis yang lebih baik dalam manajemen gizi ibu hamil


Keywords: Anemia Defisiensi Besi, BBLR, LiLA