Hubungan Riwayat Hipertensi Dengan Kejadian Katarak Di Rs Pku Muhammadiyah Gamping

Main Article Content

Yunani Setyandriana
Departemen Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Hisma Fahada Indrani
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Katarak merupakan salah satu proses degeneratif manusia berupa kekeruhan pada lensa bola mata yang mengakibatkan turunnya kemampuan penglihatan dan dapat berakhir menjadi kebutaan. Hipertensi merupakan suatu kejadian dimana tekanan darah sistolik mengalami kenaikan hingga lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastoliknya mencapai lebih dari 90 mmHg setelah melewati dua pengukuran yang menggunakan jeda 5 menit serta kondisi pasien yang wajib dalam keadaan tenang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tahu hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian katarak. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian observasional analitik dengan metode potong-silang atau cross-sectional study. Penelitian dilakukan di Poli Mata RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan menggunakan sampel sebanyak 100 pasien. Sampel tersebut memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu pasien yang terdiagnosis katarak maupun tidak dan pasien yang terdiagnosis hipertensi maupun tidak. Uji peneitian yang digunakan adalah metode chi-square. Hasil uji penelitian ini menggunakan analisis chi-square mendapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) yang menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan kejadian katarak. Berdasarkan hasil yang didapat dari 100 sampel, dinyatakan bahwa terdapat korelasi antara riwayat hipertensi dengan kejadian katarak.


Keywords: riwayat hipertensi, kejadian katarak, tekanan darah