Kajian Hubungan Tegangan dan Regangan pada Beton dengan Metakaolin sebagai Pengganti Sebagian Semen

Main Article Content

Satrio Kiat Widodo
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret, Indonesia
Wibowo Wibowo
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret, Indonesia
Endah Safitri
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Faktor kemajuan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak lepas dari pembangunan insfrastruktur. Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk memudahkan mobilisasi orang maupun barang. Infrastruktur yang dibutuhkan seperti pembangunan gedung bertingkat, jalan, dan jembatan yang memiliki material beton, yaitu bahan bangunan yang terbuat dari campuran agregat halus, agregat kasar, semen, air dan bahan tambah lainnya untuk meningkatkan kemampuannya. Penggunaan beton dapat memudahkan pengerjaan karena beton merupakan solusi untuk membuat bangunan secara kuat dan awet. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan Metakaolin dari penggunaan sebagian semen untuk mengetahui hubungan tegangan dan regangan pada beton. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan benda uji silinder dengan ukuran 15×30 cm dengan jumlah 20 benda uji dan menggunakan alat uji Compression Testing Machine Digital. Pengujian dilakukan saat benda uji berumur 28 hari. Hasil pengujian ini diperoleh nilai tegangan beton normal dengan variasi kadar metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% senilai 15,18 MPa; 16,07 MPa; 18,19 MPa; 15,79 MPa; dan 15,56 MPa. Regangan beton normal dengan variasi metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% senilai 0,0034; 0,0036; 0,0034; 0,0037; dan 0,0028. Pada penelitian ini beton mengalami nilai tegangan dan regangan secara optimum pada saat variasi metakaolin 10% dengan masing-masing nilai 18,19 MPa dan 0,0034.


Keywords: Beton Normal, Metakaolin, Tegangan, Regangan