Analisis Kandungan Natrium Diklofenak pada Jamu yang Beredar Bebas Di Pasaran Dengan Spektrofotometri Ultraviolet-Visibel

Authors

  • Angelyna Surya Nata Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Anisa Putri Ayu M. Ayin Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Bima Sabda Wibawa Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Dedek Yahya Darmadi Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Sinta Rahmawati Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Vita Mayasari Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Tuti Alawiyah Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46799/arl.v6i2.124

Keywords:

natrium diklofenak, jamu, kromatografi lapis tipis, spektrofotometri UV-Vis

Abstract

Jamu adalah produk obat tradisional Indonesia yang telah digunakan secara turun-menurun untuk menjaga kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kadar natrium diklofenak pada jamu yang beredar bebas di pasaran. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif pada sampel jamu yang diduga mengandung natrium diklofenak. Hasil yang kami dapatkan pada kromatografi lapis tipis jamu yang kami uji nilai Rf adalah 1,33 cm dan dinyatakan negatif natrium diklofenak secara kualitatif. Sedangkan pada analisis kuantitatif spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimal 276,00 nm didapatkan hasil konsentrasi sampel krim I sebesar 2,628 ppm.

Downloads

Published

2022-07-21